MIDTERM

1.Jelaskan apa saja yang termasuk dalam kategori penginderaan jauh

2.Jelaskan perbedaan antara pendeteksian ikan secara langsung dan tidak langsung

3.Jelaskan mengapa radiasi elektromagnetik adalah sumber energi dari penginderaan jauh

4.Apa pengaruh atmosfer di dalam proses penginderaan jauh

5.Jelaskan mengapa data yang direkam dalam penginderaan jauh pasti memiliki error

6.Jelaskan dengan baik bagaimana koreksi radiometrik dilakukan

7.Apa yang dimaksud dengan data raster dalam Sistem Informasi Geografis

8.Jelaskan hubungan penginderaan jauh dengan Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS)

Ujian dikerjakan di rumah dan dikumpulkan pada pertemua berikutnya minggu depan

 

Terima Kasih

Faisal Syahputra

 

SOAL UJIAN MIDTERM

1.Jelaskan apa yang mendorong manusia untuk melakukan pengamatan dan penelitian tentang lautan

2.Jelaskan mengapa bentuk muka dasar laut tidak rata

3.Jelaskan darimana sumber garam dan mineral di dalam air laut

4.Jelaskan dengan baik apa saja keistimewaan daripada air

5.Jelaskan dengan baik apa yang disebut dengan Thermocline,Halocline dan Pynocline

6.Bagaimana cara mengukur suhu, salinitas dan densitas di kedalaman tertentu

7.Jelaskan hubungan antara CO2 (karbon dioksida) dengan H2CO3 (asam bikarbonat)

Soal dikerjakan di rumah, dikumpulkan di pertemuan minggu depan

terima kasih

Faisal Syahputra

SEJARAH AKUSTIK dan GELOMBANG SUARA

SEJARAH

Sejarah akustik bisa dimulai dari sekitar tahun 1490 dari catatan harian Leonardo da Vinci yang berbunyi “Dengan menempatkan ujung pipa yang panjang didalam laut dan ujung lainnya di telinga Anda, maka Anda dapat mendengarkan kapal-kapal laut di kejauhan”
Sejarah akustik perikanan dimulai dengan sonar banyaknya penelitian tentang perambatan suara di dalam air
Diantara yang terkenal adalah Daniel Colloden (1822), beliau menggunakan sebuah lonceng bawah air untuk menghitung kecepatan perambatan suara di dalam air. Lalu Lewis Nixon (1906) yang mencoba mengukur puncak gunung es

Perkembangan dipicu oleh kebutuhan militer untuk mendeteksi kondisi di bawah permukaan air terutama setelah ditemukannya kapal selam

Dalam perkembangan selanjutnya ada nama Paul Langevin yang tahun 1915 menemukan alat sonar pertama untuk mendeteksi kapal selam dengan menggunakan sifat-sifat piezoelektik kuartz. Meski tak sempat terlibat lebih jauh dalam upaya perang, karya Langevin berpengaruh besar dalam desain sonar.

Hasil dari perkembangannya adalah SONAR (SOUND NAVIGATION AND RANGING)

SONAR
Sonar adalah sebuah teknik yang memanfaatkan perambatan suara didalam air untuk mengetahui keberadaan obyek yang berada dibawah permukaan air.
Berdasarkan cara kerjanya sonar dapat dibagi ke dalam 2 jenis

a. Sonar aktif
Sonar jenis aktif memancarkan gelombang suaranya sendiri dan menerima pantulannya.

Hasil pantulan dari sonar aktif akan berbeda dari gelombang suara yang dipancarkan akibat pengaruh objek yang dipantulkan

Sonar ini baru ditemukan pada tahun 1918

b. Sonar pasif
Sonar jenis pasif tidak memancarkan gelombang suara. Prinsipnya sistem sonar ini hanya berfungsi sebagai pos pendengaran

Yang didengar oleh sistem sonar ini adalah noise atau suara yang ditimbulkan oleh objek seperti mesin dan propeler kapal,

Sonar jenis ini tidak dapat mendeteksi kedalaman tetapi dapat mendeteksi jenis objek dan jaraknya

CARA KERJA SONAR
SONAR bekerja dengan cara mengirimkan gelombang suara ke dalam air kemudian menunggu pantulan (echo) dari gelombang suara tersebut

Suara merambat di dalam medium dengan kecepatan yang konstan. Dari persamaan kecepatan sederhana
𝑣=𝑠×1/2 𝑡   𝑠=𝑣𝑡/2
maka kita dapat menghitung jarak dari objek yang memantulkan dengan sumber gelombang. Faktor ½ muncul karena waktu yang dibutuhkan oleh gelombang suara untuk merambat adalah 2x

Alat untuk memancarkan gelombang suara disebut Transducer
Alat untuk menerimanya disebut Receiver\

Umumnya untuk sonar sederhana kedua alat ini digabungkan ke dalam satu paket Transceiver

FISH FINDER

Fish finder adalah jenis sonar khusus yang dirancang untuk mendeteksi ikan (atau makhluk biologis lainnya) di dalam air.
Prinsip kerjanya sama persis dengan sonar, tetapi karena targetnya makhluk hidup yang relatif lebih kecil dan dapat bergerak ada beberapa penyesuaian pada fish finder
Frekuensi suara yang dihasilkan lebih tinggi (20-200kHz)
Mampu membedakan target individu
Gelombang suara dipantulkan oleh tubuh ikan, utamanya dipantulkan oleh gelembung renang jadi dengan penelitian lebih lanjut dan bank data akustik dapat ditentukan jenis ikan tersebut

KEGUNAAN SONAR

1. Pengukuran Kedalaman Dasar Laut (Bathymetry) Pengukuran kedalaman dasar laut dapat dilakukan dengan Conventional Depth Echo Sounder dimana kedalaman dasar laut dapat dihitung dari perbedaan waktu antara pengiriman dan penerimaan pulsa suara.

2. Pengidentifikasian Jenis-jenis Lapisan Sedimen Dasar Laut (Subbottom Profilers). Dengan sonar subbottom profilers. Frekuensi lebih rendah jadi bisa menembus lebih dalam dan sinyalnya lebih bertenaga.

Dengan adanya klasifikasi lapisan sedimen dasar laut dapat menunjang dalam menentukkan kandungan mineral dasar laut dalam.

3. Pemetaan Dasar Laut (Sea bed Mapping) sonar dapat menghasilkan tampilan peta dasar laut dalam tiga dimensi. Dengan teknologi akustik bawah air yang canggih ini dan dikombinasikan dengan data dari subbottom profilers, akan diperoleh peta dasar laut yang lengkap dan rinci.

4. Pencarian kapal-kapal karam di dasar laut Pencarian kapal-kapal karam dapat ditunjang dengan teknologi sonar. Dengan teknologi ini, lokasi kapal karam dapat ditentukan dengan tepat.
Teknologi akustik bawah air ini dapat menunjang eksplorasi dan eksploitasi dalam bidang Arkeologi bawah air (Underwater archeology) dengan tujuan untuk mengangkat dan mengidentifikasikan kepermukaan laut benda-benda yang dianggap bersejarah.

5. Penentuan jalur pipa dan kabel dibawah dasar laut
Pemasangan pipa dan kabel komunikasi dasar laut membutuhkan data yang akurat mengenai kondisi dasar lautnya dengan peta dasar laut yang baik juga data dari subbottom profiler pipa dan kabel dapat ditempatkan di daerah yang sesuai dan pemasanganya akan lebih mudah

6. Analisa Dampak Lingkungan di Dasar Laut Teknologi akustik bawah air Sonar ini dapat juga menunjang analisa dampak lingkungan di dasar laut.

TUGAS

Cari contoh kasus penggunaan sonar
Tulis ringkasannya ± 500 kata
Kumpulkan online ke dosenperikanan@gmail.com
subject tulis: “nama, tugas akustik perikanan”

GELOMBANG SUARA

Suara dalam Akustik Perikanan
Akustik memanfaatkan perambatan gelombang suara di dalam medium air
Prinsip perambatan gelombang pada dasarnya sama untuk semua jenis gelombang dan semua jenis medium

Perambatan gelombang sebenarnya adalah proses perambatan energi
Ada banyak faktor yang mempengaruhi perambatan energi ini
Scattering
Reflection
Absorption
Kondisi medium air yang tidak sempurna sebagai medium akustik

PEMBENTUKAN GELOMBANG SUARA
Suara dihasilkan dari getaran
Suara merambat dengan kompresi dan ekspansi yang periodik sejauh yang dimungkinkan oleh elastisitas medium (air)

Atribut Gelombang Suara
λ= panjang gelombang , satuannya meter ( m )
v = kecepatan rambatan gelombang, satuannya meter / sekon ( ms-1 )
T = periode gelombang , satuannya detik atau sekon ( s )
f = frekuensi gelombang, satuannya 1/detik atau 1/sekon ( s-1 )
Jarak yang ditempuh oleh gelombang dalam satu sekon disebut cepat rambat gelombang.

λ atau panjang gelombang adalah faktor penting yang menentukan batasan dari resolusi spasial target
Dari persamaan 𝑉=𝜆×f   dapat dilihat bahwa dengan makin kecil λ maka frekuensi makin besar maka resolusi akan naik (karena V, kecepatan rambat gelombang, tetap). Makin kecil panjang gelombang makin mudah untuk membedakan antar target

Particle Displacement
Dengan timbulnya gelombang suara maka molekul air akan ikut bergetar
Amplitudo dari gerakan air itu disebut pemindahan partikel (Particle Displacement) dan kecepatan perubahannya disebut kecepatan partikel.
𝑃=𝜌𝑐𝑣
P = Tekanan
ρ = Massa jenis
c = Kecepatan suara
v = Kecepatan partikel

Decibel
dB adalah satuan yang umum digunakan untuk menghitung level suara
Satuan Internasional (SI) yang sebenarnya untuk level suara adalah Pa (Pascal) untuk menyatakan tekanan (power dan intensitas) suara
dB adalah logaritma rasio dari intesitas yang dihasilkan dengan intensitas referensi (intensitas referensi umumnya 0.02 Pa)

rdB = 10 log(I2 / I1)

Target Strenght
TS = 10 log(I2 / I1)

TS menggambarkan intensitas pantulan gelombang suara setelah mengenai objek
Karena gelombang pantulan sudah dipengaruhi oleh objek maka kita tidak memerlukan power referensi lagi

PENDAHULUAN

RENCANA MATERI PERKULIAHAN
Pertemuan 1    : Pendahuluan
Pertemuan 2    : Konsep dasar akustik perikanan
Pertemuan 3    : gelombang
Pertemuan 4    : propagasi gelombang
Pertemuan 5    : akustik scattering
Pertemuan 6    : echo detection
Pertemuan 7    : refleksi dan difraksi
Pertemuan 8    : UTS
Pertemuna 9    : referberasi
Pertemuan 10    : noise
Pertemuan 11    : Instrumen akustik
Pertemuan 12    : echosounder
Pertemuan 13    : jenis-jenis beam
Pertemuan 14    : sonar
Pertemuan 15    : Interpretasi echogram
Pertemuen 16    : FINAL

Pendahuluan

Apa itu akustik?
Mengapa digunakan di perikanan?
Bagaimana prosesnya?

Akustik adalah ilmu mengenai suara, sifat-sifat suara, bagaimana suara merambat di dalam medium, dipantulkan, dibelokkan, diserap

Akustik perikanan umumnya digunakan untuk mendeteksi ikan atau dasar perairan karena memiliki penetrasi yang jauh lebih baik dari cahaya di medium air.
Kecepatan rambat suara di air ±1,5km/detik
𝑉=2𝑆/𝑇 𝑆=(𝑉×𝑇)/2

Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS)

Definisi
“ Sistem informasi geografis adalalah sistem software terintegrasi yang spesial di desain untuk bekerja dengan data geografis dengan kemampuan input, storage, analisis dan output” Calkins and Tomlison (1977)

Dapat kita simpulkan SIG adalah sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah data geografis

Data geografis yang dimaksud disini dapat berasal dari berbagai sumber sekaligus dapat menghasilkan berbagai produk geografis

Cara Kerja GIS

A. Informasi dari berbagai sumber

Hal yang paling menguntungkan dalam GIS adalah kemampuannya untuk menggunakan sumber informasi dari sumber yang sangat luas baik data Spasial maupun data Atribut dalam konteks spasial sehingga informasi yang dihasilkan dapat lebih akurat.

B. Pemasukan data

Karena sistem informasi geografis saat ini sangat tergantung pada komputer maka data yang dimasukkan ke dalam sistem haruslah dalam bentuk digital sehingga komputer dapat membacanya

GPS dan digital scanner dapat menjadi sumber data digital ataupun mengubah data analog menjadi digital

C. Integrasi data

Data dari berbagai sumber tadi setelah didigitasi dapat digunakan dengan dihubungkan, diasosiasikan, dikombinasikan dengan data lainnya dalam konteks spasial sehingga didapat informasi menyeluruh tentang satu wilayah

Sebagai contoh, data struktur tanah suatu wilayah dapat dikombinasikan dengan data hidfrografi sehingga dapat ditentukan daerah mana yang cocok untuk budidaya ikan tertentu

D.Proyeksi dan registrasi

Proyeksi adalah hal yang paling mendasar dalam pembuatan peta. Peta yang dihasilkan harus akurat menggambarkan muka bumi dalam skala tertentu.

Informasi yang dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Geografis belum tentu memiliki proyeksi yang sama, oleh karena itu diperlukan penyetaraan proyeksi sebelum informasi GIS bisa dikeluarkan

E. Struktur Data

Data yang diolah dalam GIS adalah data digital. Sehingga bentuk yang dibaca oleh komputer adalah data raster.

F. Data Modelling

Karena tidak mungkin mengambil data dari keseluruhan area. Maka GIS punya kemampuan untuk membuat model peta dengan menghubungkan area-area berdasarkan nilai yang ada

G. Overlay

Semua informasi yang sudah dikumpulkan dan dianalisis oleh GIS tidak mungkin ditampilkan semuanya sekaligus dalam produk. Tugas operator untuk memilih peta/layer yang dibutuhkan dan informasi apa saja yang ditampilkan dalam produk—— peta tematis

H. Produk

Produk yang bisa dihasilkan oleh GIS sangat beragam. Dari peta tematis sampai ke peta interaktif.